"MI Salafiyah Bangilan-Tuban Bersama dengan Perpustakaan Keliling Kabupaten Tuban dan Kompor Donat Gelar Dongeng Anak."


Pagelaran Dongeng Anak bersama dengan Kompor Donat dan Perpustakaan Keliling Daerah Kabupaten Tuban di MI Salafiyah Bangilan.

15 Maret 2022. MISBIA. MI Salafiyah Bangilan akan menggelar dongeng anak yang bekerja sama dengan perpustakaan keliling daerah kabupaten Tuban dan Kompor Donat. Di acara dongeng ini akan diramaikan oleh tiga pendongeng yang sudah tidak diragukan lagi kemampuan dongengnya, yaitu Kak Nurul, Kak Likah dan Kak Arum yang tergabung dari Kompor Donat (Komunitas Pelopor Dongeng Anak Tuban). Acara ini digelar dalam rangka memperingati hari dongeng sedunia yang jatuh pada tanggal 20 Maret 2022. Meski acara diajukan pada tanggal 15 Maret 2022 namun tidak berpengaruh dalam kemeriahan jalannya acara. Tetap ceria, riang gembira dan penuh antusias dari peserta didik MI Salafiyah Bangilan-Tuban. Pagelaran dongeng ini bertujuan untuk memperkenalkan budaya dongeng kepada peserta didik agar mereka peka terhadap kebudayaan-kebudayaan yang ada di Indonesia khususnya dan dunia pada umumnya. Dari dongeng anak akan berimajinasi dan melatih otak kanan agar lebih partisipatif terhadap lingkungan hidupnya. Sedangkan sekelumit sejarah dari ditetapkannya hari dongeng sedunia yang jatuh pada tanggal 20 Maret itu berawal dari negara Swedia pada tahun 1991 kemudian merebak ke Australia dan Amerika Latin pada tahun 1997, kemudian menyebar ke seluruh negara Skandinavia pada tahun 2002, dan berhasil menyebar ke enam benua pada tahun 2009 termasuk negara Indonesia. Hingga ditetapkan pada tanggal 20 Maret sebagai hari dongeng sedunia. Walau sebelum itu orang tua kita sudah sering mendongeng pada anak-anak di pelataran rumah ketika bulan purnama tiba sambil minum teh, kopi dan makan jagung godok, ubi rebus bersama. Menambah suasana hangat, akrab, rukun dan penuh kebersamaan keluarga. 

Peserta didik MI Salafiyah Bangilan dengan riang gembira mengikuti acara Pagelaran Dongeng Anak. 

Dongeng sudah menjadi kebiasaan turun temurun bagi kita. Dongeng itu ibarat cerita yang belum tentu benar terjadi. Dongeng bersifat menghibur supaya suasana menjadi riang dan gembira. Kalau dongeng yang biasa kita dengar: Si Kancil Mencuri Timun, Asal Usul Danau Toba, Kebo Iwa, Asal Usul Kota Tuban, dan masih banyak lagi. Tentu saja fungsi dongeng yang paling hakiki adalah menghibur diri dan orang lain. Sehingga timbul perasaan senang, sedih bahkan tak jarang perasaan bisa ikut terbawa suasana istilahnya sekarang baper. 
Namun dengan seiring perkembangan zaman yang sangat cepat dongeng bisa terkikis oleh kemajuan teknologi informasi. Sekarang banyak orang lebih suka menikmati fasilitas internet daripada dongeng secara lisan. Seperti You Tube, sebuah aplikasi internet lengkap yang menyediakan film serta segala peristiwa dan sebagainya. 
Dalam acara pagelaran dongeng ini juga diisi membaca buku bersama yang telah difasilitasi oleh Perpustakaan Daerah Kabupaten Tuban. 
Peserta didik MI Salafiyah Bangilan sedang asyik membaca buku bersama dengan Perpustakaan Keliling Daerah Kabupaten Tuban.

Perpustakaan keliling daerah Kabupaten Tuban sering melakukan kegiatan-kegiatan yang menunjang proses pembelajaran untuk peserta didik di sekolah maupun di madrasah, contohnya; sarasehan antar komunitas literasi, bedah buku, pameran buku, lomba dongeng dan sebagainya. Semoga dari program-program  yang progress tersebut mampu tumbuh kembangkan minat baca pada anak serta mampu mendongkrak kemajuan bangsa. Tentu saja Bangsa Indonesia. (R.S)


Postingan populer dari blog ini

MI Salafiyah Bangilan-Tuban Gelar Pawai Perayaan Tahun Baru Hijriah 1444 H

TANTANGAN DAN HARAPAN IMPLEMENTASI KURIKULUM MERDEKA BAGI MADRASAH

"Tiga Jawara MI Salafiyah Bangilan Sabet 3 Piala di Maarif Competition VII 2022."