Pembinaan Visitasi Kelas oleh Pengawas di MI Salafiyah Bangilan-Tuban


Pengawas Madrasah Kecamatan Bangilan, Bapak M. Syuhada', S.Ag, M.A memberikan pengarahan kepada guru MI Salafiyah Bangilan-Tuban dalam rangka visitasi kelas
.
Bangilan, 26 Oktober 2022. MisBia.
Guru adalah pengajar, pendidik, pendamping, pembina pelindung, pelatih, pengayom. Guru merupakan figur yang multitalenta. Mudah-mudahaan kita termasuk golongan ahlil ilmi yang mampu menjadi solusi dari apa yang ada di masyarakat dan selalu belajar mencari solusi. Seperti yang tercantum dalam QS. Al Mujadalah ayat 11.

Wahai orang-orang yang beriman! Apabila dikatakan kepadamu, “Berilah kelapangan di dalam majelis-majelis,” maka lapangkanlah, niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. Dan apabila dikatakan, “Berdirilah kamu,” maka berdirilah, niscaya Allah akan mengangkat (derajat) orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat. Dan Allah Maha teliti apa yang kamu kerjakan.

Bapak M. Syuhada' menyampaikan bahwa Guru MI Salafiyah Bangilan merupakan guru yang berada di lingkungan MI Salafiyah Bangilan ini dan salah satu MI yang mempunyai murid terbesar di kecamatan Bangilan. Lembaga yang besar juga tak lepas dari permasalahan yang besar, guru harus tetap slow agar tidak terlihat kaku. Guru harus selalu mengedepankan sikap komunikatif dan mampu bekerja sama dengan siapapun.

Dari hasil visitasi kelas ada beberapa hal yang ingin disampaikan yaitu:

1. Supervisi pembelajaran; kunjungan kelas guru. Ada 3 tahap supervisi guru yang harus diperhatikan perencanaan, pelaksanaan, dan penilaian. Semua bersumber pada RPP. Untuk penilaian bagaimana guru membuat kisi-kisi soal, analisis soal ulangan harian, dan tindak lanjut.
Pendidikan di masa sekarang ini lebih fokus ke kolaborasi atau kerja sama. Supervisi ini siapa yang melaksanakan yaitu pengawas karena sudah menjadi tupoksi pengawas.
Supervisi dilakukan idealnya adalah satu semester sekali pada semua guru dan bertujuan mengajar tepat sasaran dan lebih baik dalam hal pengajaran.
2. Selanjutnya dibuka sesi pertanyaan sekiranya apa yang perlu untuk disampaikan. Pertama, mengenai SRA yaitu satuan pendidikan ramah anak, bagaimana cara atau solusi yang terbaik untuk mengatasi anak-anak yang spesial? Kita harus selalu belajar dan belajar untuk terus menghadapi seluruh permasalahan mengenai SRA terutama memahami karakter anak yang terlalu spesial, disebut spesial karena lain dari pada yang lain. Sedangkan ramah yang harus digali dari anak adalah: sikap, pengetahuan, dan keterampilan.

3. Terkait pembelajaran di kelas; terkait RPP, tak ada ketentuan dalam bentuk RPP tertentu RPP hampir semua sama. Ini bagian dari persiapan guru yang akan mengajar yang dibutuhkan adalah RPP.

4. Media juga bagian yang terpenting dalam proses pembelajaran. Media bersifat memudahkan pembelajaran kepada anak didik sehingga materi bisa tersampaikan dengan baik kepada peserta didik.

5. Meningkatkan budaya komunikatif dan kolaboratif di lingkungan madrasah, antara guru dengan kepala, guru dengan guru, guru dengan siswa, dan guru dengan masyarakat atau wali murid agar tercipta lingkungan madrasah yang aman dan harmonis. Sehingga tujuan pendidikan kita bisa tercapai.

6. Mengembangkan teori 3 R; better, quiker, dan cheaper. Dimana anak bisa menjadi lebih baik, lebih cepat dan lebih hemat.

Semoga acara visitasi kelas dan pembinaan guru di MI Salafiyah Bangilan berjalan lancar dan bermanfaat bagi seluruh lembaga pendidikan madrasah pada umumnya dan untuk MI Salafiyah Bangilan pada khususnya. (R.S).

Postingan populer dari blog ini

MI Salafiyah Bangilan-Tuban Gelar Pawai Perayaan Tahun Baru Hijriah 1444 H

TANTANGAN DAN HARAPAN IMPLEMENTASI KURIKULUM MERDEKA BAGI MADRASAH

"Tiga Jawara MI Salafiyah Bangilan Sabet 3 Piala di Maarif Competition VII 2022."